Nightlife/Party

Vagabond Hadir di Jakarta

Bar bagi Para Penjelajah, Penuh Rasa Ingin Tahu, dan Penyuka Hal Baru

DUNIA malam Jakarta kedatangan sebuah karakter baru—dan ia hadir tanpa perlu meminta izin. Berlokasi di kawasan Kuningan, Vagabond adalah bar koktail yang digerakkan oleh kepribadian, dibentuk oleh budaya bar global, ekspresi kreatif, dan koneksi antar manusia yang berani. Didirikan bersama oleh bartender internasional yang sangat dihormati, Michael Callahan, Vagabond hadir bukan sebagai pengekor tren, melainkan sebagai sebuah ruang dengan sudut pandang yang jelas: berwawasan global, percaya diri, dan sangat sosial.

Vagabond bukan satu pengalaman yang statis. Ia bergerak dengan niat.

Sore hari dibuka dengan ritme yang tenang dan terarah: koktail yang diracik dengan saksama, percakapan yang mengalir tanpa paksaan, dan ruang yang perlahan menemukan nadinya. Seiring waktu berlalu, atmosfer pun bergeser—musik semakin dalam, energi meningkat, dan bar ini memperlihatkan sisi keduanya. Menjelang larut malam, Vagabond sepenuhnya memasuki apa yang mereka sebut sebagai sophisticated chaos: rapi namun tak terduga, glamor namun tetap cair—sebuah ruang di mana orang asing menjadi rekan seperjalanan dan cerita berlanjut jauh melewati jam terakhir. Filosofi ini dirangkum dalam keyakinan utama Vagabond: “Bukan satu tempat, melainkan banyak momen.” Para tamu tidak kembali untuk mengulang pengalaman yang sama, melainkan untuk menemukan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Cara Pandang Global yang Berakar di Jakarta

Vagabond didirikan bersama oleh Michael Callahan, sosok berpengaruh dalam dunia mixology modern dengan perjalanan karier yang melintasi New York, San Francisco, Singapura, Hong Kong, Taipei, dan berbagai kota dunia lainnya. Menghabiskan lebih dari 200 hari setiap tahun untuk bepergian, mengajar, menjadi juri, serta menjadi bartender tamu, Callahan membawa perspektif global yang dibentuk oleh puluhan tahun pengalaman di bar-bar paling dihormati di dunia.

Alih-alih mengimpor estetika atau formula dari satu kota tertentu, Vagabond menyaring seluruh pengalaman tersebut menjadi sebuah rasa: bar yang mampu berevolusi seiring waktu, peka membaca suasana, dan menempatkan atmosfer di atas sensasi.

Vagabond dibentuk oleh sebuah kolektif profesional hospitality dan dunia malam yang sangat berpengalaman—menggabungkan perspektif global, keahlian regional, serta kepemimpinan lokal di Jakarta. Michael Callahan memimpin proyek ini bersama General Manager Payman Bahmani-Bailey, dengan keduanya secara langsung membimbing arah, budaya, dan ritme Vagabond di tingkat lokal.

Secara regional, kolektif ini didukung oleh Sharma Das, figur yang dihormati dalam komunitas dunia malam Asia dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dalam kepemilikan dan manajemen klub, yang memberikan panduan strategis serta perspektif jangka panjang terhadap pertumbuhan Vagabond. Jaringan ini diperkuat oleh mitra-mitra tambahan di London, Dubai, dan Jakarta—mencakup distribusi F&B global, operasional dunia malam, dan media—yang melengkapi ekosistem di balik Vagabond.

Vagabond juga menandai sebuah reuni yang patut dirayakan. Michael Callahan dan Payman Bahmani-Bailey pertama kali bekerja bersama di Proof & Company, Singapura, di mana pendekatan mereka terhadap hospitality dan budaya bar ditempa di balik bar legendaris 28 HongKong Street. Bertahun-tahun kemudian, jalur mereka kembali bertemu di Jakarta—kali ini untuk membangun sesuatu milik mereka sendiri. Vagabond menjadi kelanjutan sekaligus perayaan perjalanan tersebut: pengalaman yang ditempa, kepercayaan yang teruji, dan chemistry yang ditemukan kembali.

Jakarta itu intens dalam arti terbaik,” ujar Callahan. “Sosial, berlapis, dan sarat emosi. Vagabond bukan tentang memaksakan cetak biru global—melainkan mendengarkan kota ini dan membangun malam-malam yang terasa personal, tak terulang, dan perlahan menjadi legenda.”

Berlokasi di ketinggian Multivision Tower, Vagabond mencerminkan selera baru Jakarta terhadap dunia malam yang mengutamakan pengalaman, diskresi, dan kenangan—bukan sekadar visibilitas atau sensasi sesaat.

Orang-Orang di Balik Ruangan

Menopang visi Vagabond di lapangan adalah Payman Bahmani-Bailey, sosok yang bekerja lebih pada rasa ketimbang sorotan. Dengan pengalaman internasional di dunia hospitality, Payman menghadirkan kendali yang halus terhadap dinamika ruangan—mengawasi bagaimana malam berkembang, bagaimana energi bergeser, dan bagaimana tamu bergerak mulus dari keintiman awal malam menuju momentum larut malam.

Bersama Michael Callahan, Payman menerjemahkan sensibilitas global Vagabond menjadi sesuatu yang terasa khas Jakarta: penuh perhatian tanpa mengganggu, rapi tanpa kaku, dan percaya diri tanpa performatif.

Di Vagabond, hospitality tidak bersifat skrip,” ujar Payman. “Semua tentang membaca ruangan dan membiarkan malam menjadi apa yang memang seharusnya.

Bersama-sama, mereka menambatkan Vagabond sebagai ruang yang terasa disengaja namun tetap hidup—dirancang dengan matang, tanpa pernah terasa berlebihan.

Koktail yang Berkarakter

Di jantung Vagabond terdapat program koktail yang digerakkan oleh niat, bukan ego. Menu menampilkan 12 koktail signature, dilengkapi dengan pilihan minuman modern dan klasik yang terus berganti—termasuk kolaborasi dengan rekan industri dari berbagai belahan dunia—serta tiga punch bowl komunal yang menghidupkan kembali tradisi minum bersama yang hangat dan bersahabat.

Minuman-minuman ini bersifat ekspresif, terkadang provokatif, namun selalu penuh tujuan.

Di antaranya adalah Untitled (2025), koktail rum berlapis yang terinspirasi dari warisan raw-meets-refined Jean-Michel Basquiat; The Beagle, freezer martini yang berevolusi seiring mencairnya bola es asin—sebuah nod pada Charles Darwin dan konsep transformasi; serta The Whizzer, koktail yang telah diklarifikasi dan dikarbonasi dengan gin garam masala dan kaldu ayam—tak terduga, tanpa kompromi, dan justru itulah esensinya.

Ini bukan koktail yang dirancang untuk membuat kagum secara diam-diam,” ujar tim Vagabond. “Melainkan untuk memantik percakapan.”

Panggung untuk Ekspresi

Lebih dari sekadar bar koktail, Vagabond adalah sebuah panggung bagi energi dan ekspresi. Ruang ini dilengkapi dengan panggung khusus dan program yang terus berkembang—mulai dari DJ dan perjalanan musik yang dikurasi, momen berbasis ritual, hingga pengalaman interaktif—yang diperkenalkan secara selektif untuk menjaga ritme, bukan mendominasinya.

Sepanjang malam, ritual-ritual yang diatur dengan cermat hadir sebagai penanda, secara halus menggeser energi ruangan dan menjaga keterlibatan tamu tanpa terasa dikendalikan. Sebagian momen direncanakan, sebagian lainnya lahir spontan. Semuanya dirancang agar malam terasa hidup. Alih-alih format yang kaku, Vagabond memperlakukan program sebagai tanda baca—aksen yang memperkaya malam, bukan mengambil alihnya.

Karakter Baru dalam Dunia Malam Jakarta

Vagabond hadir di lanskap dunia malam Jakarta bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai bagian dari percakapan. Sebuah kontribusi, bukan koreksi—warna baru dalam ekosistem yang telah semarak.

  • Berwawasan global tanpa berjarak.
  • Berkelas tanpa kaku.
  • Percaya diri tanpa perlu diumumkan.

Vagabond diperuntukkan bagi mereka yang hidup di antara tempat, di antara percakapan, di antara rencana. Bagi mereka yang menghargai atmosfer lebih dari perhatian, kenangan lebih dari pertunjukan, dan malam-malam yang tak sepenuhnya bisa diulang. Karena ada cerita yang tidak dimaksudkan untuk diunggah. Cerita itu dimaksudkan untuk dijalani.

VAGABOND

Alamat: Multivision Tower Lt.25, Jl. Kuningan Mulia Lot 9B, Jakarta Selatan

Jam operasional:

  • Selasa: 18.00-02.00
  • Rabu-Sabtu: 18.00–03.00
  • Minggu: 18.00-02.00
  • (Senin tutup)

Terbuka untuk tamu reservasi atau datang langsung

Instagram: @vagabond.jkt

Website:  https://www.vagabond.id