
Siloam Hospitals Asri Pimpin Transformasi Layanan Uro-Nefrologi di Indonesia
DJAKARTA.ID – Menjadi salah satu rumah sakit pusat rujukan nasional, Siloam Hospotals Asri terus mengembangkan berbagai layanan terintergrasi yang berorientasi pada kualitas hasil perawatan pasien. Salah satunya adalah membangung kapabilitas transplantasi ginjal serta layanan uro-nefrologi. Komitmen ini dihadirkan melalui penyelenggaraan The 6th Symposium on Urology, Nephrology, and Transplantation Services 2026 yang berlangsung selama dua hari (7–8 Agustus 2026) di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat.
Mengusung tema "Shaping the Future of Integrated Uro-Nephro Care in Indonesia,” simposium ini dihadiri lebih dari 500 dokter dan tenaga kesehatan seluruh Indonesia. Menghadirkan 38 pembicara nasional dan internasional, simposium ini menjadi wadah kolaborasi sekaligus pertukaran praktik terbaik untuk mempercepat adopsi inovasi dan praktik klinis, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas layanan uro-nefrologi serta transplantasi ginjal di Indonesia.
“Melalui simposium ini, kami ingin mempercepat pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik untuk mendukung peningkatan kualitas layanan uro-nefrologi di Indonesia. Harapannya akan semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses terhadap layanan berstandar global tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ungkap Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals.
Foto: Data Transplantasi Ginjal di Siloam Hospitals Asri Tahun 2017 - 2026 dan CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady
Lebih dari 33,4 juta masyarakat negeri ini diperkirakan hidup dengan penyakit ginjal kronis yang menjadi penyebab kematian ke-10 di Indonesia atau lebih dari 42.000 kematian setiap tahunnya. Tanpa deteksi dini dan penanganan yang optimal, sebagian pasien akan berkembang menjadi "Penyakit Ginjal Tahap Akhir" yang memerlukan terapi pengganti ginjal, termasuk transplantasi ginjal.
Hingga Juni 2026, Siloam Hospitals Asri telah melakukan lebih dari 533 transplantasi ginjal dengan tingkat kelangsungan hidup pasien satu tahun sebesar 98,1% dan tingkat kelangsungan hidup cangkok sebesar 96,7%. Pencapaian ini melampaui benchmark European Renal Association. Siloam juga telah didukung dengan precision diagnostics, yaitu teknologi bedah robotik Da Vinci Xi dan kolaborasi multidisiplin terintegrasi. Bahkan, Siloam didapuk sebagai rumah sakit pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang melakukan transplantasi ginjal berbantuan robotik serta Robotic-Assisted Living Donor Nephrectomy (RALDN).
“Meningkatnya kebutuhan terhadap layanan uro-nefrologi di Indonesia menuntut penguatan kapabilitas layanan kesehatan secara berkelanjutan. Pengalaman kami dengan integrasi precision diagnostics, bedah robotik, transplantasi ginjal, dan kolaborasi multidisiplin, ternyata dapat menghasilkan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien,” ujar Caroline menambahkan.
Foto: Momen bersama pada sesi Opening Ceremony The 6th Siloam Urology Nephrology Summit 2026, Sabtu, (8/8/2026).
Melalui pendekatan tersebut, pasien dapat memperoleh perawatan lebih komprehensif, terkoordinasi, berkesinambungan, sekaligus mendukung hasil klinis yang lebih optimal pada setiap tahap perjalanan perawatan. Selain itu, pasien juga akan mendapatkan penanganan lebih optimal, yakni tidak under atau over treatment, sehingga hasilnya juga lebih baik.
Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) sebagai Dokter Spesialis Urologi, Konsultan Urologi Transplantasi dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia turut mengatakan bahwa masa depan layanan uro-nefrologi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan suatu tindakan medis seorang dokter, tetapi kemampuan menghadirkan layanan terintegrasi. Baik itu dari tahapan diagnosis deteksi dini, tata laksana penyakit, pembedahan presisi menggunakan teknologi terbaru, transplantasi ginjal, hingga program pemantauan jangka panjang oleh tim dokter subspesialis berpengalaman.
Foto: dr. Grace Frelita, MM dan Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SP.U(K)
Melalui Siloam Uro-Nephrology Summit 2026, Siloam Hospitals Asri berhasil mempertemukan para ahli, tenaga kesehatan, dan institusi untuk memperkuat pengembangan kompetensi, memperluas kolaborasi, serta mendorong adopsi praktik klinis berbasis bukti yang relevan dengan kebutuhan layanan uro-nefrologi di Indonesia. “Simposium ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian dari komitmen Siloam untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mempercepat transformasi inovasi menjadi praktik klinis yang berdampak nyata bagi pasien," tutup dr. Grace Frelita MM selaku Chief Medical Officer Siloam International Hospitals.
Pada simposium tersebut, Siloam Hospital Asri juga membahas terkait strateginya sebagai Next Gen Siloam, melalui penguatan kehadiran "Center of Excellence" di bidang transplantasi ginjal dan layanan uro-nefrologi melalui inovasi klinis, kolaborasi multidisiplin, pendidikan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi medis terkini. (aul)
Posting komentar