Home & Garden

Tapak Tumbuh: A Living Landscape

Bersiap Menuju JIA Curated Bali 2026, MOIRE Rugs dan Eugenio Hendro Hadirkan Instalasi Kolaboratif 'Tapak Tumbuh'

DJAKARTA.IDMemanfaatkan sekam, tanah, hingga serat alam menjadi lanskap hidup, MOIRE Rugs berkolaborasi dengan Eugenio Hendro menghadirkan pre-event pameran kreasi mereka di showroom kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/7/2026). Keduanya akan membawa “Tapak Tumbuh: A Landscape by MOIRE & Friends” ke acara JIA Curated Bali 2026 yang akan berlangsung pada 13 – 17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.

“Tapak Tumbuh” merupakan lanskap hidup dalam transformasi dari sebuah ekologi material tempat proses tumbuh, merakit, dan menghidupkan gagasan secara terbuka. Dikembangkan oleh MOIRE Rugs bersama lingkar kolaborator lintas disiplin, instalasi ini akan mengajak pengunjung menelusuri hubungan yang tak terpisahkan antara alam, material, dan campur tangan manusia.

Eugenio Hendro selaku Product Designer dan konseptor “Tapak Tumbuh” menjelaskan mengenai pengalaman ruang yang nantinya akan dihadirkan dalam pameran JICA Curated Bali 2026.  Melalui instalasi ini, Hendro ingin memberikan pemahaman tentang bukan menolak kemajuan, melainkan memastikan bahwa kemajuan tersebut tetap berakar pada hubungan yang utuh. Baik itu dengan tanah, material, dan proses yang melahirkannya.

Tapak Tumbuh adalah upaya untuk membuat relasi itu terlihat sekaligus menegaskan bahwa inovasi tidak harus menjauh dari alam, tetapi justru bisa tumbuh darinya,” jelas Hendro.

Instalasi ini juga menekankan bahwa inovasi paling bermakna berangkat dari hubungan yang sadar dengan tanah, serat, sisa panen, dan proses tangan manusia sebagai pengelolahnya. Pengunjung nantinya akan diajak berjalan melalui sebuah narasi berlapis dari source, process, purpose, dan hands.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kontribusi berkesinambungan dari sejumlah pihak. Ada Planawood yang mengolah limbah sekam padi menjadi material struktural untuk membentuk kerangka paviliun. Lalu ada Singres Tiles melalui hand-pressed tiles edisi khusus JIA Curated yang membentuk permukaan mosaik berbasis tanah.

Sementara MOIRE Rugs mengeksplorasi akar, daun, dan serat alami menjadi tekstil spasial yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dialami sebagai lanskap. Terakhir adalah Presisi Contractor yang menerjemahkan gagasan menjadi konstruksi lebih presisi dan terbangun utuh. Kolaborasi ini juga didukung oleh Fumira, Rafes England, dan Visalux yang melengkapi pengalaman “Tapak Tumbuh” sebagai sebuah lanskap hidup.

“Bagi MOIRE Rugs, Tapak Tumbuh bukan sekadar kolaborasi, tetapi wujud arah eksplorasi material kami ke depan. Melalui instalasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa material alami dan tekstil bukan hanya elemen estetis, melainkan bagian dari ekosistem ruang yang hidup,” ucap Tama Florentina, Owner, MOIRE Rugs.

JIA Curated sendiri merupakan sebuah platform yang mempertemukan kriya, desain, dan budaya dalam format akhir pekan yang imersif. JIA Curated 2026 akan hadir dalam skala yang hampir lebih besar. Menghadirkan lebih dari 70 display, melibatkan 150 brand Indonesia dan internasional, acara ini akan berlangsung di area seluas lebih dari 10.000 meter persegi. (aul)