Financial World

Solopreneur Society: The Founders Club

Majukan Solopreneur Indonesia, Bank Saqu Hubungkan Ekosistem dan Peluang Bisnis

DJAKARTA.IDSukses melibatkan lebih dari 1000 soloprenuer sejak 2024, tahun ini Bank Saqu kembali menggelar Solopreneur Society: The Founders Club. Sebuah ekosistem yang dapat menghubungkan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang, dan akses finansial untuk mendukung perkembangan usaha. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah lanjutan layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab tersebut dalam memperluas dukungan terhadap solopreneur di berbagai tahap perjalanan bisnis mereka.

Program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial. Melalui ekosistem tersebut, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik brand, supplier, strategic partner, hingga ecosystem buyer.

Dalam dua tahun terakhir kami melihat perjalanan para solopreneur terus berkembang. Seiring bisnis bertumbuh, kebutuhan mereka pun semakin luas. Melalui Solopreneur Society: The Founders Club ini, kami ingin memperluas dukungan tersebut agar para founder memiliki lebih banyak akses yang dapat membantu mereka membawa bisnis ke tahap berikutnya,” ungkap Hendrik Komandangi, Relationship Banking Director Bank Saqu pada Kamis (3/9/2026).

Program ini tidak lagi hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis. Tahun ini, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat ekosistem tersebut. Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang lebih luas bagi para founder untuk mendapatkan perspektif baru, memperluas jaringan, dan bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis.

“IDN ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha,” ucap William Utomo, Co-Founder & COO of IDN di kesempatan yang sama.

Solopreneur Society: The Founders Club 2026 akan menghadirkan tiga pilar utama, yakni industry insights, networking dan business matchmaking yang terkurasi. Para founder akan mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dan expert dalam mengenai tantangan serta peluang di empat kategori bisnis, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, dan artificial intelligence (AI). Rangkaian sesi ini ditujukan untuk menghadirkan insight lebih relevan dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing industri.

Insight tersebut kemudian dilanjutkan melalui business matchmaking, yang menjadi salah satu pembeda utama program tahun ini. Para founder akan dipertemukan dengan pelaku bisnis yang relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing usaha. Dengan demikian, pertemuan yang terjadi dapat diarahkan pada penjajakan kerja sama, akses pasar, maupun peluang bisnis baru.

Bank Saqu juga melengkapi ekosistem tersebut melalui akses terhadap solusi finansial, mulai dari pengelolaan keuangan hingga akses terhadap fasilitas kredit bagi nasabah yang memenuhi kriteria. Salah satunya pemberikan “Saku Kredit”, fasilitas pinjaman dengan limit sampai Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Selanjutnya, ada juga “Kredit Modal Kerja” untuk mendukung kebutuhan modal dan aktivitas operasional usaha.

Informasi lebih lanjut mengenai program Solopreneur Society: The Founders Club ini dapat diakses pada situs resmi Bank Saqu di www.banksaqu.co.id. (aul)