Art & Culture

Room Art Fair 2026

25hours Hotel The Oddbird Sulap Satu Lantai Hotel sebagai Kanvas Pameran Seni di Balik Setiap Pintu

DJAKARTA.IDMomen perayaan World Art Day pada 15 April 2026 kemarin, 25hours Hotel Jakarta the Oddbird menggelar pameran seni terakurasi di balik pintu-pintu kamarnya. Bertajuk Room Art Fair 2026, pameran ini berlangsung selama 4 hari (16 – 19 April 2026) sekaligus menjadi momen pertama kalinya sebuah instalasi seni dihadirkan di dalam ruang kamar-kamar hotel.

25hours Hotel Jakarta the Oddbird menyulap 1 lantai hotel dan mengubah 16 kamarnya menjadi ruang galeri yang hidup dan terbuka untuk publik tanpa biaya. Setiap ruang menghadirkan perspektif, karya, dan cerita yang berbeda, mengundang pengunjung untuk mengalami seni secara lebih dekat dan personal.

“Kami melihat hotel sebagai ruang yang terbuka untuk kolaborasi dan pertukaran ide. Melalui Room Art Fair 2026 ini, kami membuka ruang tersebut dengan menghadirkan seni lebih dekat sekaligus merayakan momen World Art Day,” ujar Wibi Hananto sebagai Assistant Director of Marketing Communications 25hours Hotel Jakarta the Oddbird.

Berkolaborasi dengan Asosiasi Galeri Seni Indonesia (AGSI), pameran ini menghadirkan 13 galeri yang merepresentasikan praktik seni kontemporer. Room Art Fair 2026 berhasil membuka ruang bagi seniman, galeri, kolektor, dan pengunjung untuk bertemu di dalam suasana yang lebih alami. Didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam menghubungkan seni, perhotelan, dan pariwisata melalui pendekatan yang relevan.

Pengalaman perjalanan seni Room Art Fair 2026 dimulai dari area lobi hotel melalui segmen Meet Me in the Lobby yang dikurasi oleh Zarani Risjad. Kemudian berlanjut ke lantai 10, di mana setiap kamar telah siap menyajikan berbagai galeri dan karya seni berbeda. Mulai dari lukisan, buku, kain, hingga patung-patung unik lainnya.

Setiap kamar yang menjadi kanvas Room Art Fair 2026 berhasil menyajikan berbagai karakter yang selaras dari masing-masing galeri, sehingga menciptakan pengalaman atmosferik memanjakan visual pengunjung. Penataan karya seni pun lebih bervariatif, tak hanya ditempel di dinding, melainkan menghiasi berbagai titik menarik lainnya, dari sudut sofa hingga unconventional spots di dalam bathroom.

Room Art Fair 2026 diharapkan dapat menjadi scene pameran seni yang mampu membuka ruang bagi setiap pertemuan dan kemungkinan baru dalam ekosistem seni di Kota Jakarta sendiri. (aul)