Food & Beverage

Puncak Acara Martell 300 Tricentenaire

Martell Cognac menggelar acara Pure Gourmet sebagai apresiasi atas eksistensi selama 300 tahun

Hadir menjadi brand kelas dunia selama 300 tahun, Martell dikenal memiliki kemewahan serta cita rasa eksklusif. Tidak hanya itu, perjalanan 3 abad yang telah dilalui Martell sangat istimewa sebagai salah satu produsen cognac tertua di dunia ini. Sebagai apresiasi atas eksistensi selama 300 tahun, pada tanggal 6 November 2015 Martell Cognac menggelar Pure Gourmet bertempat di Grand Ballroom, Hotel Kempinski Grand Indonesia, Jakarta.

 

Selebrasi global ini turut dihadiri oleh Edhi Sumadi, selaku Managing Director Pernod Ricard Indonesia, dan Thierry Giraud, sebagai Global Brand Ambassador Martell. "Kami mempersiapkan agenda Martell 300 Tricentenaire lebih dari 1 tahun, dan dirayakan secara simultan di 130 negara. Puncaknya sudah diselenggarakan di Perancis pada bulan Mei lalu, dan Pure Gourmet event kali ini dapat dibilang penutup dari rangkaian selebrasi Martell ke-300." ujar Edhi Sumadi.

 

Telah diakui sebagai Duta Sejati French Art de Vivre, Martell menghadirkan manifestasi dari kebudayaan yang menggabungkan seni serta cita rasa istimewa dalam satu subtansi. "Martell Cognac dapat bertahan hingga 300 tahun karena secara produk, Martell merupakan Cognac yang selalu menjaga kualitas dan citarasanya. Sebagai sebuah brand, Martell juga memiliki brand equity yang sustainable, terbukti saat masuknya ke Indonesia, Martell belum dikenal, hingga saat ini menjadi market leader." ujar Edhi Sumadi ketika berbicara mengenai brand Martell di Indonesia.

Sejak awal berdirinya tahun 1715, Martell menjadikan era puncak kebudayaan sebagai pondasi untuk membangun 3 pilarnya, yakni; Art of Craftmanship. Art of Tasting dan Art of Gastronomy. Ketiga pilar tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Martell Cognac, yang menyangga Martell sekaligus menjadi tradisi yang dipertahankan dan telah berlangsung dari generasi ke generasi.

Pure Gourmet sebagai bentuk dari Art of Gastronomy memiliki metode serupa dengan Martell dalam meramu cognacnya. Pure Gourmet adalah jenis hidangan yang mengutamakan bahan dasar. Paduan bahan-bahan dasar dan resep ini dipadukan bersama produk-produk Martell oleh pairing master dari Martell, sehingga memberikan cita rasa yang istimewa bagi konsumen saat rnenikmati hidangan bersama Martell.

Untuk menyelami sensasi Pure Gourmet ala Martell, selebrasi 300 Tahun Martell menghadirkan Chef Vindex Valentino Tenker, Duta Art of Gastronomy Martell untuk Indonesia yang berkolaborasi bersama Executive Chef Hotel Kempinski Indonesia, Mathias Olsson. Dengan pengalamannya selama kurang lebih 23 tahun, Chef Vindex mengembangkan keahliannya dalam berbagai variasi seni gastronomi Asia, Mediterania, Western, dan dengan spesialisasi hidangan Asia Modern serta Indonesia. "Selain di Jakarta, sebelumnya road show Pure Gourmet juga diselenggarakan di tiga kota yakni, di Bali, Surabaya dan Bandung, seejak Maret 2015." terang Edhi Sumadi.

Perayaan Martell 300 Tricentenaire, ditandai oleh peluncuran Martell Premier Assemblage, Martell Cordon Bleu 1912, Martell XO Limited Editions, Martell Assemblage De 3 Millesimes, Martell Premier Voyage, yang sengaja dibuat khusus oleh Benoit Fil, Cellar Master Martell saat ini, sebagai penghormatan tertinggi kepada sang pioneer Jean Martell. Khusus untuk Martell Premier Voyage, karya eksklusif ini melibatkan seniman Perancis, Bernar Venet, seniman yang terkenal berkat karya fenomenal miliknya berupa patung monumental di Château de Versailles pada tahun 2011. Melalui keterlibatannya dengan Martell. Benet mendesain Martell Premier Voyage, sebuah inspirasi abadi yang merepresentasikan kontinuitas kerja, rasa, dan waktu selama tiga abad yang hanya diproduksi sebanyak 300 botol diseluruh dunia. Rencananya hanya 1 botol yang dilelang di Indonesia. "Melalui selebrasi Martell 300 Tricentenaire, Martell ingin menghadirkan suatu art revolution, dan mempertegas brand image Martell yang bersejarah serta ekslusif sekaligus untuk mengapresiasi konsumen setia Martell," imbuh Edhi Sumadi.