World secara serentak di seluruh dunia. Kampanye ini bertujuan merayakan dan mengangkat pencapaian setiap perempuan dan tahun ini menyoroti isu kesetaraan gender dengan mengangkat tema kesuksesan perempuan tanpa label gender. Levi’s® percaya bahwa kecintaan, ketekunan, dan kerja keras yang membawa perempuan meraih prestasinya. Di Indonesia, untuk menyuarakan semangat ini, tahun ini Levi’s® mengangkat empat perempuan inspiratif: Syiki, Zahra Musdalifah, Windy Ariestanty dan Debryna Dewi.
Sehubungan dengan kampanye I Shape My World, Country Manager PT Levi Strauss Indonesia Sameer Koul mengatakan, “Levi’s® adalah merek yang menjunjung tinggi nilai-nilai authenticity, self expression dan using your voice, yang menjadi prinsip dari setiap hal yang kami lakukan. Levi’s® mendukung beragam kampanye di berbagai belahan dunia yang menyuarakan nilai-nilai tersebut, dan kami berkolaborasi dengan sosok-sosok yang konsisten menyuarakannya.” Levi’s® juga melakukan hal yang sama untuk perempuan, dengan merayakan pencapaian karena orisinalitas dan keberanian perempuan mengekspresikan pemikirannya dan meraih prestasi. “Kami bekerjasama dengan sosok-sosok luar biasa yang mampu menginspirasi Perempuan-perempuan lainnya untuk berbuat hal yang sama!”

“Kampanye I Shape My World tahun ini di luncurkan secara global di bulan Maret, di sekitar perayaan International World’s Women Day (Hari Perempuan Internasional). Dengan kampanye ini Levi’s® memberikan wadah kepada perempuan untuk menyampaikan cerita dan aspirasi mereka. Tema yang diusung Levi’s® dalam kampanye I Shape My World tahun ini adalah untuk menghormati pencapaian dan prestasi perempuan-perempuan di seluruh dunia dalam bidang pilihan mereka, tanpa kualifikasi gender,” tambah Adhita Idris, Country Marketing Head PT Levi Strauss Indonesia.
Dalam kampanye I Shape My World tahun ini, Levi’s® mengajak empat perempuan inspiratif yang dengan kegigihan dan percaya diri membuktikan pencapaian membanggakan dari profesi mereka:
- Zahra Muzdalifah, dikenal sebagai seorang pemain timnas sepakbola putri Indonesia. Kecintaannya pada sepakbola sudah dimulai sejak dini. Pada usia 12 tahun ia terpilih menjadi satu-satunya perempuan dalam tim yang mewakili Indonesia ke Norwegia untuk mengikuti Norway Cup. Setelah itu banyak lagi kompetisi yang dimenangkan Zahra. Diremehkan, dan dipandang sebelah mata justru menjadi pemicu buat membuktikan bahwa ia bisa menjadi yang terbaik. Dengan segudang prestasi, skill dan kerja keras, kini orang tidak lagi meragukan cita-cita Zahra untuk menjadi pemain sepakbola profesional dunia.
- dr. Debryna Dewi, tidak banyak yang menyangka kalau Debryna merupakan bagian dari tim INASAR yang bertugas menyelamatkan korban bencana alam. Tantangan alam dan fisik bukan menjadi halangan baginya. Menjadi dokter di lapangan adalah panggilan jiwa bagi dr. Debryna. Tantangan tidak membuatnya behenti. “Simply because it feels right. Aku merasa berguna sebagai manusia.”
- Windy Ariestanty, adalah seorang penulis dan pendiri dari PatjarMerah, festival literasi dan pasar buku yang berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Melalui PatjarMerah ini, Windy mempunyai misi untuk dapat meratakan penyebaran listerasi sampai ke seluruh Indonesia. Kecintaannya pada dunia literasi pun membawanya untuk menulis di blog pribadi dan juga buku. Bagi Windy seorang perempuan yang sukses adalah mereka yang berani mengambil langkah untuk keluar dari zona nyaman dan dapat menginspirasi orang lain.
Posting komentar