
MYKAZA Restaurant resmi hadir di The Arc House Canggu
MYKAZA, restoran unggulan dari The Arc House Canggu, kini membuka pintunya bagi para tamu untuk merasakan perpaduan harmonis antara seni kuliner Jepang dan jiwa Bali. Berlokasi di dalam koleksi 19 villa suite kolam renang pribadi milik retreat butik ini, MYKAZA menghadirkan pengalaman bersantap yang merayakan budaya lokal melalui lensa teknik Jepang, menciptakan destinasi yang ramah bagi warga Bali maupun pengunjung yang mendambakan sesuatu di luar hal-hal biasa.
Konsep di balik MYKAZA berkembang dari apa yang awalnya dibayangkan sebagai izakaya Jepang modern. Namun, setelah pindah ke Bali dan menyelami budaya, tradisi kuliner, serta komunitas pulau ini,
Gerardo Barrientos, F&B Director di Portier Hotels, melihat sebuah peluang untuk menciptakan sesuatu yang lebih bermakna. Sebagai investor, pengembang, dan operator di balik jaringan hotel The Arc House, Portier Hotels mengusung filosofi untuk menghormati setiap destinasi yang mereka hadir di dalamnya. Pendekatan ini menginspirasi tim untuk mengembangkan sebuah konsep yang mempertemukan keahlian dan seni kuliner Jepang dengan identitas Bali, sehingga budaya lokal, bahan-bahan pilihan lokal, dan talenta setempat dapat memainkan peran utama dalam membentuk pengalaman yang dihadirkan.
“MYKAZA adalah tentang menciptakan ruang yang penuh niat di mana teknik kuliner membiarkan budaya lokal bersinar, menyatukan orang-orang melalui makanan lezat, minuman di tepi kolam renang, dan koneksi yang tulus,” ujar Gerard
Nama restoran ini mencerminkan semangat keramahan dan koneksi budaya tersebut. Terinspirasi dari nama Jepang Mikasa dan ungkapan Meksiko yang akrab “Mi Casa es tu Casa” yang berarti “Rumahku adalah rumahmu” MYKAZA diciptakan sebagai tempat dimana tamu dapat langsung merasa nyaman, baik saat berkunjung untuk makan siang santai, koktail saat matahari terbenam, maupun makan malam yang berkesan bersama teman-teman.
Inti dari MYKAZA adalah menu yang benar-benar menghormati tradisi kuliner Jepang dan Bali. Bahan-bahan lokal menjadi andalan dalam setiap pengalaman bersantap, dengan hasil laut Bali, rempah-rempah tradisional, sambal, jamu, kopi lokal, dan teh yang hadir dalam hidangan dan minuman bersama teknik dan cita rasa Jepang. Kreasi andalan mencakup Babi Guling Dry Ramen, Katsu Bali Curry, Hamachi Miso Matah, dan Matcha-Miso Dadar Gulung, sementara program koktail menampilkan kreasi bertema Bali seperti Spice of Island yang terbuat dari jamu dan Arak Bali, bersama Bali Highball serta pilihan koktail berbasis teh yang spesial.
Pendekatan kolaboratif dibalik menu ini menjadi inti identitas MYKAZA. Bekerja bersama Head Chef Andy, Head Mixologist Agus, dan tim kuliner yang lebih luas, Gerardo mendorong kontribusi dari setiap departemen. Anggota tim asal Bali memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk cita rasa lokal dan karakter budaya restoran ini, menghasilkan menu yang terasa autentik, personal, dan terus berkembang.
Lebih dari sekadar makanan dan minuman, MYKAZA dirancang sebagai destinasi yang santai dan apa adanya. Tamu dapat menikmati restoran ini bersama kolam renang rooftop dan pemandangan matahari terbenam dari The Arc House Canggu, semuanya dalam suasana yang mencerminkan energi santai dari lingkungan sekitarnya. Pengalamannya dirancang agar hangat dan tidak berpretensi, menawarkan makanan dan minuman berkualitas dengan harga terjangkau bagi ekspatriat, wisatawan, dan warga Bali.
Ke depannya, MYKAZA bertujuan menjadi bagian integral dari dunia kuliner dan sosial Canggu melalui serangkaian pengalaman dan acara berbasis komunitas. Acara-acara mendatang meliputi brunch Sunday Set, icip-icip sake, malam pairing cerutu dan wiski, serta kumpul-kumpul di tepi kolam renang. Tim juga sedang mempersiapkan evolusi menu berikutnya, sambil terus mengembangkan MYKAZA sebagai destinasi yang merayakan pertukaran budaya, kreativitas, dan keramahan yang tulus.
“Saya berharap kami dikenang karena telah membuktikan bahwa sebuah bisnis bisa berkembang secara internasional, berkembang pesat melalui kerja tim yang tulus, dan selalu berakar pada rasa hormat yang mendalam terhadap setiap budaya lokal yang dilayaninya,” ujar Gerardo. “Ini tentang menciptakan komunitas yang autentik dan penuh kesadaran.”
Posting komentar