
Lunch Actually Gabungkan Cara Modern dan Tradisional untuk Cari Pasangan
DJAKARTA.ID – Perubahan industri kencan di Indonesia kini sedang bergejolak, terutama bagi kalangan pekerja kantoran. Pasalnya, penggunaan aplikasi kencan secara daring dipandang tidak terlalu efektif. Hal ini merupakan sebuah penolokan nyata terhadap dunia kencan digital. Selain itu, penolakan tersebut sejalan dengan rekor penurunan angka pernikahan secara nasional. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa angka pernikahan di Indonesia mencapai titik terendah dalam sepuluh tahun terakhir, yakni anjlok dari 2,2juta menjadi sekitar 1,47juta.
Penurunan terbesar terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta dengan angka 81,36% pemudanya masih berstatus belum menikah. Hal ini menunjukkan para pekerja kantoran di perkotaan memang menunda pernikahan akibat tekanan ekonomi dan rasa frustasi yang besar terhadap gaya kencan modern. Rasa frustrasi ini adalah salah satu fenomena "kelelahan memakai aplikasi kencan" (dating app fatigue) di kalangan anak muda Indonesia.
Rasa lelah juga didorong oleh kebiasaan pengguna yang menjadikan aplikasi kencan hanya sebagai alat untuk mencari pasangan dengan daftar kriteria tidak realistis. Ditambah lagi dengan romansa yang seringkali tidak serius, akhirnya memicu kelelahan mental (burnout) dan hilangnya koneksi lebih nyata.
“Para lajang (singles) di Indonesia bukan tidak percaya pada cinta. Mereka hanya menyerah pada algoritma yang ada. Mereka lelah dengan hubungan tidak serius dan lingkungan yang menganggap koneksi layaknya sebagai katalog digital. Aksi menarik diri secara massal ini merupakan salah satu faktor penyebab utama turunnya angka pernikahan di tingkat nasional,” ungkap Violet Lim selaku CEO sekaligus Co-Founder Lunch Actually.
Foto: Lunch Actually was founded by husband and wife Violet Lim and Jamie Lee in 2004
Lunch Actually merupakan biro jodoh terbesar di Asia yang menggabungkan cara modern dan tradisional (Hybrid Matchmaking) untuk mencari pasangan klien-nya. Biro jodoh ini mencari kecocokan setiap klien yang diatur oleh para ahli, mulai dari nilai-nilai hidup hingga tujuannya. Klien tidak perlu membuang waktu lama lewat pesan, melainkan langsung menuju koneksi dunia nyata dan bertemu tatap muka di tempat yang telah diatur.
Meski kencannya terasa sangat tradisional dan manusiawi, teknologi modern bekerja keras di belakang layar untuk memastikan tidak ada waktu yang terbuang. Biro jodoh Lunch Actually menangani bertugas untuk menyeleksi profil, mengatur jadwal, dan menyiapkan urusan logistik kencan. Melalui jasa ini, para singles tidak perlu lagi untuk bersusah payah dalam mencari kecocokan pasangan mereka.

“Melalui teknik menggabungkan keaslian pertemuan langsung (cara tradisional) dengan efisiensi sistem modern, kami mengembalikan keseriusan singles dalam berkencan. Kami mengkurasi dan merencanakan jadwal, sehingga klien kami di Indonesia cukup datang, duduk santai, dan fokus membangun koneksi yang nyata,” tutup Violet.
Solusi hibrida matchmaking bisa menjadi solusi nyata bagi para pekerja modern saat ini yang sudah sibuk dan membutuhkan efisiensi dalam hal perjodohan. Para singles yang tertarik untuk konsultasi bisa mengunjungi www.lunchactually.com. Lunch Actualy tersedia di Google Play Store dan Apple Store. (aul)
Posting komentar