
St. Regis Bar Jakarta Menghidupkan Kembali Sejarah Jazz New York Era 1920-an Melalui Koktail dan Ritual
St. Regis Bar Jakarta telah meluncurkan pengalaman koktail konseptual yang membawa para tamu ke era jazz New York tahun 1920-an, ketika musik, kehidupan malam, dan identitas sedang didefinisikan ulang secara langsung. Berperingkat No. 22 dalam daftar 50 Bar Terbaik Asia 2025, bar ini menyalurkan kondisi budaya yang melahirkan budaya bar modern: improvisasi, keanggunan, pemberontakan, dan energi sosial.
Koleksi Koktail yang Terinspirasi New York memperlakukan setiap minuman sebagai tonggak sejarah dalam sejarah jazz. Volume ketiganya, yang akan dirilis pada 22 Januari, menuangkan legenda ke dalam gelas: orkestrasi canggih Duke Ellington menjadi "Duke of Jazz No.2," sebuah cognac sour yang halus yang menangkap ketenangan elegannya. Dentuman terompet Louis Armstrong yang riang menginspirasi "Pop's," dengan gelembung-gelembung bergelembung yang meletus seperti nada terompetnya. Kata sandi era Larangan Minuman Keras di Cotton Club hidup dalam "403 Negroni," reinterpretasi berani yang mewujudkan kerahasiaan speakeasy. Lantai dansa legendaris Savoy Ballroom menjadi "Happy Feet," semangat yang tak pernah berhenti bergerak. Masa-masa Al Capone menjadi bartender di Coney Island menginspirasi "Crime-Tender," mengenang saat gin selundupan yang keras dicampur dengan bahan-bahan segar agar bisa diminum.
"Setiap koktail berakar pada tokoh jazz, tempat, atau lagu tertentu dari era tersebut," jelas Manajer Bar Paulo Naranjo, yang sebelumnya memimpin program bar di The Ritz-Carlton Millenia Singapore, alumni Asia's 50 Best Bars. “Kami menerjemahkan kepribadian dan ritme ke dalam cita rasa. Keseimbangan dan ketenangan Duke Ellington. Ketepatan dan ayunan Benny Goodman. Kemurnian dan keanggunan Ella Fitzgerald. Kejeniusan spontan Louis Armstrong. Menu ini berfungsi sebagai garis waktu budaya yang dapat Anda cicipi.”
Sorotan tambahan termasuk "The First Lady" yang menghormati suara murni Ella Fitzgerald, "Swinging Benny" yang memberi penghormatan kepada ayunan tepat Benny Goodman, dan "Paper Moon," yang terinspirasi oleh lagu abadi Ella Fitzgerald, menafsirkan ulang lagu klasik modern Paper Plane untuk para pemimpi yang mengejar mimpi yang mustahil.
Untuk informasi lebih lanjut tentang The St. Regis Jakarta, silakan kunjungi www.stregisjakarta.com atau ikuti Instagram @stregisjakarta.
Posting komentar