Bali Happenings

A Four Hands Culinary Collaboration

Api Jiwa dan The Long Table mempersembahkan Forged by Fire

Terletak di dua area makan yang berbeda, Forged by Fire terinspirasi oleh gagasan bahwa kreasi yang bermakna,baik yang dibuat dengan tangan atau dimasak di atas api, dibentuk melalui kesabaran, keterampilan, dan hubungan antar manusia.

Mirip dengan seni kerajinan tangan dan memasak di atas bara api, setiap elemen mencerminkan proses dan keahlian di baliknya.

Terinspirasi oleh filosofi “dari ladang ke api” Api Jiwa dan warisan keahlian John Hardy, Forged by Fire menyatukan penceritaan kuliner, warisan, dan seni melalui eksplorasi bersama tentang masakan yang dipimpin oleh api.

Forged by Fire dihadirkan sebagai seri kuliner dua bagian, memungkinkan kolaborasi untuk dialami dari berbagai perspektif.

Sorotan Acara

Forged by Fire di The Long Table di John Hardy
Jumat, 10 Juli 2026
Pengalaman: Makan malam bergaya keluarga
Waktu: 18.30

Forged by Fire di Api Jiwa – Capella Ubud, Bali
Jumat, 24 Juli 2026
Pengalaman: Makan malam 10 hidangan
Waktu: 18.30

Untuk Forged by Fire, kolaborasi ini menjadi dialog budaya dan sejarah pribadi. Di kedua tempat, yaitu Api Jiwa dan The Long Table di John Hardy, Chef Arvie akan menyajikan hidangan yang terinspirasi oleh warisan Filipinanya, menerjemahkan cita rasa yang familiar dan kenangan masa kecil melalui ekspresi yang dipimpin oleh api seperti Adobo Bone Marrow dan Cebu Lechon. Chef Tomy akan berbagi interpretasinya tentang masakan Bali melalui hidangan termasuk Iga Bakar dan Bubuh Bali, menghormati tradisi lokal sambil membayangkannya kembali melalui keahlian dan teknik kontemporer.

Filosofi memasak Chef Arvie di Api Jiwa berpusat pada kemurnian alami bahan-bahan dan hubungan mendasar antara asap, api, dan rasa. Sejak bergabung dengan Capella Ubud, ia telah memperkenalkan pengalaman kuliner interaktif yang merayakan musim dan kekayaan sumber daya alam.

Chef Tomy menghadirkan interpretasi masakan Indonesia yang dibentuk oleh nilai-nilai keahlian, komunitas, dan keberlanjutan yang mendefinisikan John Hardy. Terinspirasi oleh warisan Sumatera, pendekatan kulinernya mencerminkan apresiasi yang mendalam terhadap tradisi sambil membayangkan kembali cita rasa Indonesia melalui teknik dan presentasi kontemporer.

Bersama-sama, para koki menghadirkan perjalanan kuliner kolaboratif di mana api berfungsi sebagai teknik dan metafora. Asap dan bara api mengungkapkan lapisan rasa sementara kisah-kisah warisan, keahlian, dan tempat terungkap sepanjang pengalaman tersebut.

“Ada sesuatu yang sangat manusiawi tentang berkumpul di sekitar api,” kata Chef Arvie Delvo, Executive Chef di Capella Ubud. “Untuk kolaborasi ini, kami ingin menciptakan pengalaman di mana para tamu dapat merasakan koneksi melalui makanan, cerita, dan semangat kebersamaan.”

“Memasak dan membuat kerajinan memiliki bahasa yang serupa,” tambah Chef Tomy Saputra. “Keduanya dimulai dengan rasa hormat terhadap bahan dan material, dan berkembang melalui kesabaran, kreativitas, dan tangan yang membentuknya.
Kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk merayakan budaya dan warisan melalui perspektif baru.”

Reservasi untuk acara terbatas ini sekarang dibuka. Para tamu dapat memesan tempat duduk mereka untuk kedua pengalaman bersantap melalui Capella Ubud dan The Long Table di John Hardy. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut:

Capella Ubud: restaurant.ubud@capellahotels.com
John Hardy: fb.seminyak@johnhardy.com | +62 811-3811-8004