Events

Menciptakan sebuah 'Kota Ajaib'

ITDP Indonesia Ajak Gen-Alpha Berimajinasi Terkait Konsep Perencanaan Kota Ideal

DJAKARTA.IDMembayangkan sebuah kota yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi setiap orang, merupakan salah satu dambaan setiap warga Indonesia. Baru-baru ini, ITDP Indonesia menggelar acara sesi menggambar untuk memperingati Hari Anak Nasional. Berkolaborasi dengan Komunitas Buibu Baca Buku, acara tersebut juga didukung oleh Clean Mobility Collective Southeast Asia (CMCSEA). Berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, acara bertajuk “Berpetualang Membuat Kota Ajaib Jadi Nyata” ini menyoroti perspektif generasi alpha terhadap transportasi umum serta konsep kota ideal yang kerap luput dari perhatian orang dewasa.

Melalui berbagai imajinasi peserta, ITDP Indonesia menegaskan bahwa berbagai imajinasi yang tertuang dalam gambaran generasi alpha tersebut adalah masukan bagi pejabat publik terkait perencanaan transportasi lebih inklusif. Deliani Siregar sebagai Deputi Direktur ITDP Indonesia turut memberikan alasan pemilihan "Kota Ajaib" dari sudut pandang yang berbeda.

"Kami melihat generasi alpha ini memiliki perhatian luar biasa terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa. Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda," papar Deliani saat ditemui di Taman Bendera Pusaka, pada Jumat (24/7/2026).

Beberapa peserta sesi menggambar yang ditemui turut memberikan beberapa highlights dalam setiap karya goresan mereka. Misalnya Nakami (9 tahun) yang membayangkan sebuah kota ideal itu wajib memiliki jalur khusus bagi pejalan kaki serta penyandang disabilitas. Sementara Raditya (10 tahun) menaruh harapan besar melalui karya menggambarnya dengan menampilkan kehadiran bus listrik, kereta yang terhubung langsung ke gedung-gedung, serta jalanan yang lebih rindang dengan pepohonan.

Selama ini, transportasi publik lebih banyak dirancang untuk kebutuhan orang dewasa yang bekerja. Padahal, jika kota dirancang ramah bagi anak dan kelompok rentan, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Menurut Gonggomtua Sitanggang sebagai Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, momentum transisi menuju bus listrik bisa menjadi kesempatan untuk memastikan aspek inklusivitas dalam sisi kemudahan transportasi publik.

Hal tersebut dipertegas oleh Yustinus Prastowo selaku Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Prastowo menilai benang merah dari hasil gambar-gambar tersebut merupakan sebuah imajinasi tentang kota ideal yang sudah semestinya menjadi bagian dari perencanaan kota. Baginya, kesadaran generasi alpha ini sangat diperlukan bagi perencanaan kota yang lebih baik.

Sebagai ibukota, Pemprov DKI Jakarta telah memperkuat apa yang sudah tersedia dibandingkan memulai dari nol, misalnya legacy TransJakarta kini diperkuat dengan target 10.000 bus listrik pada 2030. Selanjutnya keberadaan stasiun dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jakarta International Stadium terus dilengkapi. Sementara RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) termasuk Taman Bendera Pusaka, terus direvitalisasi untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, perbaikan trotoar terus digalakkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan penambahan shelter.

Pengalaman generasi alpha melalui karya menggambarnya ini juga dilihat oleh Puty Puar selaku Pendiri dan Direktur Eksekutif Buibu Baca Buku Book Club, sebagai pengingat bahwa perecanaan kota yang baik perlu lebih banyak mendengarkan suara generasi lebih muda dan keluarga. ITDP Indonesia berharap perspektif mereka dapat menjadi salah satu masukan dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus perayaan Hari Anak Nasional pada 23 Juli kemarin, ITDP Indonesia menampilkan 16 karya yang dipajang di dalam 8 armada bus listrik TransJakarta Koridor 1 selama satu bulan ke depan. (aul)