
Memadukan warisan budaya Jepang dan latar belakang masa kecil Chef Mauricio Higa di Argentina
Akasa Restaurant & Bar di Jumeirah Bali memperkenalkan koleksi hidangan andalan baru karya Head Chef Mauricio Higa, yang menghadirkan nuansa segar pada menu masakan panggang api terbuka serta sentuhan pengaruh Asia khas restoran ini.
Lahir dan besar di Argentina dalam keluarga keturunan Jepang, Chef Mauricio memadukan teknik yang presisi, penghormatan terhadap bahan-bahan berkualitas, serta tradisi memasak dengan api terbuka yang membentuk karakter kulinernya. Hidangan-hidangan baru ini mencerminkan perspektif kuliner pribadinya melalui perpaduan rasa yang diracik cermat, komposisi seimbang, serta teknik yang mengadopsi pengaruh Jepang, Amerika Selatan, dan kawasan Asia secara luas.
Hidangan andalan baru ini mengajak para tamu untuk menyelami kisah kuliner Chef Mauricio melalui interaksi harmonis antara rasa, tekstur, dan sentuhan api, dengan bahan-bahan pilihan yang menonjolkan keistimewaan setiap hidangan. Mencerminkan fokus Akasa pada hidangan daging panggang api terbuka dan warisan budaya Argentina milik Chef Mauricio, *Wagyu Picaña* hadir sebagai primadona; hidangan ini terinspirasi oleh tradisi *asado* dan disajikan dengan *chimichurri* rempah Asia, keripik bawang putih, serta jeruk nipis. Selanjutnya, terdapat *Huancaína Octopus* yang menyajikan daging gurita empuk hasil proses masak perlahan (*slow-cooked*) yang disempurnakan dengan pemanggangan, serta dipadukan dengan *escabeche* terong, saus *ají amarillo* khas Peru, dan saus *fresca*.
Menu kemudian beralih ke sajian dengan karakter rasa yang lebih ringan. *Maguro Tartar* memadukan ikan tuna sirip kuning (*yellowfin tuna*) dari Samudra Hindia dengan kuning telur *shoyuzuke*, kaviar Avruga, dan kerupuk *katsuobushi* yang renyah, menciptakan keseimbangan antara kesegaran, cita rasa gurih yang mendalam, dan kekayaan rasa yang lembut. Sementara itu, *Seabream Tataki* menonjolkan ikan *seabream* liar lokal yang diolah menggunakan teknik *kombujime* dan *tataki*, serta dilengkapi dengan jeruk mandarin Bali, bawang merah, *jalapeño*, dan minyak ketumbar untuk memberikan sentuhan akhir yang segar dan aromatik. Cita rasa yang kaya berlanjut dengan hidangan *Atlantic Black Cod* yang dimarinasi dalam *Den miso* dan disajikan bersama acar adas (*fennel*), *chukka wakame*, serta saus *yuzu-miso*, disandingkan dengan *Chicken “A La Brasa”* yang dilengkapi bumbu *adobo* khas Peru, *chutney* nanas, dan stik singkong (*yuca*) renyah. *Australian Lamb Chops* dan *Asian Wagyu Beef Cheek* melengkapi rangkaian hidangan ini, mencerminkan perjalanan kuliner Chef Mauricio yang melintasi Jepang, Argentina, dan Bali melalui teknik pemanggangan api terbuka, sentuhan nuansa Asia, serta paduan rasa yang diracik dengan cermat.
Chef Mauricio mengawali karier kulinernya di Argentina sebelum melanjutkan perjalanan bersama Jumeirah di Dubai dan kemudian di Maladewa. Kehadirannya di Bali menghadirkan dimensi inspirasi baru melalui kekayaan bahan lokal, tradisi kuliner, dan kedekatan dengan alam, sembari tetap mempertahankan pendekatan multikultural yang telah membentuk gaya memasaknya sepanjang perjalanan karier.
Terletak di atas tebing Uluwatu yang menghadap Samudra Hindia, Akasa Restaurant & Bar menawarkan pengalaman bersantap yang dimulai dari makan siang dan menikmati minuman saat matahari terbenam, hingga berlanjut ke makan malam, semuanya ditemani oleh pemandangan pesisir yang luas dan memukau.
Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://www.jumeirah.com/id/stay/bali/jumeirah-bali
Posting komentar